Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya
IMG-20201008-WA0009

Fachrul Razi: Pilkada ditengah Pandemi Adalah Ancaman Bagi Kedaulatan Rakyat

Kamis 8 Oktober 2020 Sumber BERITAistana.id

Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tengah menjadi salah satu sorotan publik yang menuai banyak protes dari berbagai pihak.

Bagaimana tidak, pemerintah bersama Komisi II DPR RI dan Komisi Pemilihan Umum memutuskan untuk tetap menyelenggarakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 nanti setelah beberapa kali mengalami penundaan meskipun pandemi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan pelandaian. Hal ini menjadi Sorotan dalam Seminar Online dalam rangka HUT DPD RI ke -16 dan KAHMI ke – 54.

Momentum HUT DPD-RI dan KAHMI salah satunya dilaksanakan dalam bentuk mengadakan Webinar bersama dengan tema “Jalan Selamat Pilkada Serentak Dimasa Pandemi Covid-19” yang diikuti oleh ratusan audience dari suluruh Indonesia melalui aplikasi Zoom Meeting pada rabu malam 7 Oktober 2020.

Seminar online menghadirkan Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai keynote speaker dengan narasumber menghadirkan Ketua Komite 1 DPD-RI, Prof. Dr. Siti Zuhro, MA (Presidium MN KAHMI), Zulfikar Arse Sadikin (Komisi II DPR RI), Dr.TB. Massa Djafar, M.Si (Ketua Program Doktor Ilmu Politik UNAS), Dipandu oleh Moderator Manimbang Kahariady (Sekretaris Jenderal MN KAHMI) Seminar berjalan menarik secara daring.

Fachrul Razi mengatakan pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi mencoreng nilai nilai dan substansi demokrasi dan cukup mengkhawatirkan ditengah masyarakat yang was – was terinfeksi Covid-19 serta jumlah korban pandemi covidyang semakin meningkat tajam.

Fachrul Razi Ketua Komite 1 DPD-RI dalam paparannya mengatakan bahwasanya saat ini Komite 1 DPD-RI tetap menghargai langkah Pemerintah dan KPU yang tetap bersikeras melaksanakan tahapan Pilkada 2020 di tengah pandemi, namun sikap Komite 1 DPD-RI tetap belum berubah sejak awal yaitu tetap meminta pemerintah dapat mempertimbangkan pelaksanaan pilkada dan berharap dapat ditunda tahun 2021.

Fachrul yang merupakan Senator asal Daerah Pemilihan Aceh ini mengatakan bahwa pelaksanaan pilkada ditengah pandemi adalah sebuah tindakan yang mengotori demokrasi, karena menurutnya keselamatan Rakyat Indonesia lebih penting dan harus menjadi prioritas dibandingkan proses perebutan kekuasaan di tengah pandemi.

“Demokrasi Indonesia sedang tidak baik baik saja dan Pilkada di era pandemi merupakan sejarah pilkada yang menggeser kekuatan politik rakyat menjadi demokrasi elit, kita benar benar dihadapkan pada pandemi dalam demokrasi, dimana praktek money politik, dinasti politik, calon tunggal dan ketidaknetralan ASN merupakan virus yang membunuh demokrasi,” tegas Fachrul Razi.

Dirinya mengingatkan demokrasi harus membawa kedaulatan bagi sipil, bukan melanggengkan kekuasaan politik elit. Demokrasi yang dipraktekkan secara oligarki akan menggiring Indonesia menuju the failed of state atau the lost of State, rakyat kehilangan kedaulatannya, saya menyatakan bahwa dua hal yang terjadi saat ini di Indonesia adalah yang pertama pandemi covid-19 dan yang kedua pandemi dalam demokrasi yang mengorbankan rakyat demi kekuasaan.” ujar Fachrul.

Fachrul Razi juga menambahkan bahwa sejarah akan mencatat pelaksanaan pilkada kali ini adalah yang terburuk, karena dilakukan ditengah wabah pandemi Covid-19 namun para penguasa malah mengangkangi hak demokrasi rakyat yang menjadi sebuah “Pandemi dalam Demokrasi” yang sangat tidak menguntungkan rakyat Indonesia baik secara politik maupun kesemalamatan.

“Suara Komite 1 DPD-RI tetap sejalan dengan suara dan aspirasi publik diluar sana, yaitu menolak pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19, selama 3 bulan terakhir kami intens mengikuti suara publik dan memperjuangkan nya seperti melakukan pertemuan dengan KPU dan meminta KPU untuk menunda Pilkada, bahkan DPD-RI sudah mengatakan kepada Presiden untuk mendengarkan aspirasi rakyat di daerah yang meminta Pilkada ditunda,” tambah Fachrul.

Diakhir pemaparannya selaku narasumber Fachrul Razi juga mengatakan jika Pilkada 2020 tetap berjalan maka seluruh anak bangsa baik DPD-RI, KAHMI dan elemen lainnya harus secara bersama-sama mengawasi jalannya proses tersebut karena hal ini begitu penting karena sedikit saja terdapat pelanggaran baik dari segi protokol kesehatan dan pelanggaran aturan kampanye maka pada ujungnya rakyalah yang akan merasakan dampaknya.

“Banyak fakta yang kita lihat selama ini mengapa pilkada harus ditunda dan diawasi secara bersama-sama terkait persoalan tahapan kampanye yang berpotensi melanggar ketentuan protokol kesehatan, dan juga persoalan netralitas ASN di daerah karena di beberapa daerah yang akan melaksanakan tahapan Pilkada 2020 dengan mayoritas memunculkan kandidat yang berasal dari petahana dan dinasti politik petahana,” Tutup Fachrul Razi yang juga kader HMI asal UI Depok dan kader HMI Aceh.(Rz) 

Sumber Berita Istana Penulis : Razi | Editor  : Warsito 

Share this :

Baja Juga

News Feed

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Sab, 23 Jan 2021 05:01:11am

Jakarta – Kelompok warga masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melayangkan laporan pengaduan masyarakat ke...

Gubernur Akmil Beri Penghargaan Bagi Taruna yang Berprestasi

Jum, 22 Jan 2021 06:35:33pm

Magelang --Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han). memberikan Penghargaan (Reaward) Kepada Taruna yang...

Kuat Dugaan Pembangunan Tower Desa Ampelgading Mengabaikan Hak Masyarakat Mohon Dihentikan

Jum, 22 Jan 2021 11:07:37am

MALANG--Kuat Dugaan Pembangunan Tower Desa Ampelgading Mengabaikan Hak Masyarakat dan Adanya Gratifikasi yang Merucut ke Pidana, Mohon...

Kebobrokan Oknum Penyidik Bareskrim Hasilkan Dakwaan Ngibul di Kejari Serang

Kam, 21 Jan 2021 06:03:32am

Jakarta – Baru-baru ini santer dimediakan tentang indikasi kebobrokan penyidik Bareskrim Polri atas nama AKBP Dr. Binsan Simorangkir, SH, MH, yang...

Presiden Jokowi: Keselamatan Adalah yang Utama di Bidang Transportasi

Rab, 20 Jan 2021 04:57:40pm

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa di bidang transportasi, keselamatan adalah hal yang utama. Untuk itu, Presiden meminta agar Komite...

Vedio Penampakan Uang 2 Milyar Rupiah Hasil Korupsi Rumah Sakit Di Sragen Jawa Tengah

Rab, 20 Jan 2021 03:25:57pm

SRAGEN--Vedio Penampakan Uang 2 Milyar Rupiah Hasil Korupsi Rumah Sakit Di Sragen Jawa Tengah. Vidio yang viral di akun youtube Indonesia Ekspos 279...

Komjen Pol Listyo Sigit Perkenalkan Konsep Presisi, Saat Test Uji Kelayakan Calon Kapolri

Rab, 20 Jan 2021 02:58:46pm

JAKARTA -- Komjen Pol Listyo Sigit Perkenalkan Konsep Presisi, Saat Test Uji Kelayakan Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Perkenalkan Konsep...

Kalapas Tangerang Launching Ruang Pusat Layanan Kunjungan dan Informasi

Sel, 19 Jan 2021 01:42:57pm

TANGGERANG, -  Grand launching ruang pusat layanan kunjungan dan informasi di Lapas Kelas IIA Tangerang yang bekerjasama dengan Bank Rakyat...

FPI Baru Instruksikan Relawan Bantu Korban Banjir Kalsel dan Gempa Majene

Sel, 19 Jan 2021 12:51:52pm

JAKARTA, -| Sejumlah relawan membantu pengendara sepeda motor agar tidak terbawa arus saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan...

MPC Pemuda Pancasila Tangerang Selatan Adakan Family Gathering di Puncak Jawa Barat

Sen, 18 Jan 2021 03:02:34pm

Tangsel - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Tangerang Selatan mengadakan Family Gathering di Vila Bukit Danau Hijau, Cipanas, Jawa...

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

WhatsApp
Hello, we are here for any question, feel free to talk with us
×
Translate »
error: Content is protected !!
Lewat ke baris perkakas