Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Indonesia Bahagia: Dengan Keberagaman Suku dan Budaya

Sab, 22 Agu 2020 08:31:19am Berita Istana
IMG-20200822-WA0092

Oleh: MuzayyanahYuliasih,M.M.,M.Pd | 22 agustus 2020

Abstrak,-Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah yang luas, terbentang dari Aceh sampai ke Papua. Ada 17.500 pulau yang tersebar di seluruh Kedaulatan Republik Indonesia, yang terdiri atas 13.446 pulau yang bernama dan 4.134 pulau yang belum bernama. Di samping kekayaan alam dengan keanekaragaman hayati dan nabati. Indonesia dikenal dengan keberagaman budayanya. Di indonesia terdapat puluhan etnis yang memiliki budaya masing-masing, misalnya di Pulau Sumatera : Aceh, Batak, Minang, Melayu (Deli, Riau, Jambi, Palembang, Bengkulu, dan sebagainya). Di Pulau Jawa : Jawa, Sunda, dan Badui (masyarakat tradisional yang mengisolasi dari dunia luar di Provinsi Banten). Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur : Sabak, Mangarai, Melayu, Sumbawa, Flores, dan sebagainya. Kalimantan : Dayak, Melayu, Banjar, dan sebagainya. Sulawesi : Bugis, Makassar, Toraja, Gorontalo, Minahasa, Manado, dan sebagainya. Maluku : Ambon, Ternate, dan sebagainya. Papua : Dani, Asmat, dan sebagainya. Ada sekitar 746 bahasa daerah yang tersebar di seluruh nusantara. Mulai dari penutur yang hanya berjumlah belasan orang, seperti bahasa di Papua, sampai dengan penutur yang berjumlah puluhan juta orang, seperti bahasa Jawa dan Sunda. Keberagaman suku bangsa di Indonesia telah melahirkan ragamnya adat -istiadat dan kepercayaan pada setiap suku bangsa. Tentunya dengan adanya adat-istiadat tersebut, masyarakat mengembangkan beragam keyakinan dan kepercayaan yang dianutnya. Menurut teori evolusi kebudayaan, manusia pada umumnya telah menjalani suatu hal yang universal dalam kehidupannya, seperti yang terdapat pada tujuh unsur kebudayaan universal.
Kata Kunci: Indonesia; Keberagaman; Suku dan Budaya
Pendahuluan
Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa. Adat istiadat, kesenian, kekerabatan, bahasa, dan bentuk fisik yang dimiliki oleh suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memang berbeda, namun selain perbedaan suku-suku itu juga memiliki persamaan antara lain hukum, hak milik tanah, persekutuan, dan kehidupan sosialnya yang berasaskan kekeluargaan. Keanekaragaman suku bangsa dengan budayanya diseluruh Indonesia merupakan kebudayaan bangsa dan perlu mendapat perhatian khusus. Setiap suku bangsa memiliki budaya yang khas, yang memberikan jati diri terhadap suku bangsa Indonesia lain. Bagsa Indonesia adalah bangsa yang berlandaskan “Bhineka Tunggal Ika” di dalamnya terdapat berbagai macam suku, bahasa dan kebudayaan yang berbeda antara suku yang satu dengan yang lain dan dapat diketahui dengan mempelajari dari segi aspek kebudayaan suku bangsa tersebut. Kebudayaan Indonesia sangatlah beragam, namun demikian keanekaragaman tersebut tidak menimbulkan perpecahan. Keanekaragaman antara daerah mempunyai corak yang berbeda-beda. Perbedaan karakter dan kepribadian hasil budaya dipengaruhi oleh beberapa hal sesuai dengan kondisi lingkungan, baik lingkungan alam, lingkungan sosial, maupun lingkungan budaya. Keanekaragaman masyarakat manusia itu, disamping lebih disebabkan oleh akibat dari sejarah mereka masing-masing; juga karena pengaruh lingkungan alam dan struktur internalnya. Oleh karenanya suatu unsur atau adat dalam suatu kebudayaan atau kebudayaan lain harus dari sistem nilai yang ada dalam kebudayaan itu sendiri (relativisme kebudayaan). Pelestarian kebudayaan bangsa Indonesia adalah salah satu kebudayaan nasional yang melibatkan segenap lapisan masyarakat. Oleh karena itu kita tidak bisa melepaskan diri dari upaya menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa kita sendiri pada umumnya dan melestarikan budaya daerah pada khususnya. Kebudayaan merupakan suatu hal yang patut dijaga dan dilestarikan karena merupakan suatu keseluruhan ide dan gagasan, tindakan dan hasil karya cipta manusia. Sebagai pewaris nilai maka kita semua berkewajiban menjaga dan melestarikan kebudayaan di daerah kita masing-masing. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa kita yang mengungkapkan persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman. Walaupun kita terdiri atas berbagai suku yang beranekaragam budaya daerah, namun kita tetap satu bangsa Indonesia, memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu bahasa Indonesia dan tanah air Indonesia. Begitu juga bendera kebangsaan merah putih sebagai lambang identitas bangsa dan kita bersatu padu di bawah falsafah dan dasar negara Pancasila. Kita sebagai bangsa Indonesia harus bersatu padu agar manjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Untuk dapat bersatu kita harus memiliki pedoman yang dapat menyeragamkan pandangan kita dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, akan terjadi persamaan langkah dan tingkah laku bangsa Indonesia. Pedoman tersebut adalah Pancasila, kita harus dapat meningkatkan rasa persaudaraan dengan berbagai suku bangsa di Indonesia. Membiasakan bersahabat dan saling membantu dengan sesama warga yang ada di lingkungan kita, seperti gotong royong akan dapat memudahkan tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa. Bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan sehati dalam kekuatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah.
Esensi
Dalam mengembangkan sikap menghormati terhadap keragaman suku bangsa, dapat terlihat dari sifat dan sikap dalam kehidupan sehari-hari. diantaranya adalah sebagai berikut: kehidupan bermasyarakat tercipta kerukunan seperti halnya dalam sebuah keluarga, antara warga masyarakat terdapat semangat tolong menolong, kerjasama untuk menyelesaikan suatu masalah, dan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dalam menyelesaikan urusan bersama selalu diusahakan dengan melalui musyawarah, terdapat kesadaran dan sikap yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan, sikap dan keadaan seperti tersebut di atas harus dijunjung tinggi serta dilestarikan. Untuk lebih memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, kita dapat melaksanakan pertukaran kesenian daerah dari seluruh pelosok tanah air. Dengan adanya kegiatan pertukaran kesenian daerah tersebut dan memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia, antara lain: dapat saling pengertiaan antarsuku bangsa, dapat lebih mudah mencapai persatuan dan kesatuan, dapat mengurangi prasangka antar suku, dapat menimbulkan rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsa.

Pembahasan
Keanekaragaman suku dan budaya di Nusantara sarat dengan pesan dan makna filosofi yang tinggi. Adanya keberagaman yang bersatu merupakan bentuk kejayaan dari bangsa Indonesia yang perlu untuk dilestarikan dan dipertahankan. Sebagai Negara kepulauan, Indonesia memiliki berbagai suku, budaya dan ras yang tersebar diseluruh pulau di Indonesia. Budaya adalah aset yang berharga bagi pemiliknya, yang dianggap sebagai suatu monumen yang menggambarkan bagian essensial seni tradisi dari persentasi historis akan masa lampau dan menunjukan jati diri kultur pada suatu kelompok budaya masyarakat tertentu. Bangsa Indonesia merupakan hamparan nusantara yang luas, dengan kepadatan penduduk nomor 4 dari 3,54 persen penduduk dunia, setelah Amerika Serikat,  India dan Tiongkok. Total populasi penduduk Indonesia per 1 Juli 2019 adalah 268.074.600, yang menghuni di 17.500 bentangan pulau, dari Provinsi Aceh hingga Papua. Ditiap wilayah kepulauan yang ada, terdapat  300 kelompok etnik atau suku bangsa, yang totalnya 1.340 suku, dengan adat  Istiadat dan budaya yang beragam. Inilah hakekat keindahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah kemajemukan peradaban, keyakinan.   Apalagi dalam kemajemukan itu, Indonesia punya enam agama yang diakui negara, diluar aliran kepercayaan. Ada Agama Islam, Kristen, katolik, Budha, Hindu dan Kong hu Chu.  Kompleksitas  itu ternyata dapat terwujud kesatuan dalam kemajemukan.  Meskipun  warga negara dalam 746 bahasa daerah. Belum lagi di setiap daerah punya ribuan penuturan dalam subetnis. Ini sudah belangsung lama, bahkan sebelum kemerdekaan Repubik Indonesia di proklamirkan keseluruh penjuru dunia.   Bila dilihat dari sisi geografi dan sosialcultural, keindahan dalam kesatuan yang terjadi hingga kini, tidak mungkin terjadi keberlangsungan. Pertanyaannya adalah, kenapa keindahan dalam keberagaman itu dapat dipertahankan? Yang utama, karena kesadaraan atau keinsyafan akan rasa. Rasa akan bersatu dan kesamaan akan cita-cita hidup  berbangsa.
   
Rasa ingin mewujudkan  Bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.  Cita-cita inilah  diformulasikan dalam alinea ke-2 Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Agama yang secara etimologi berarti tidak kacau, tentunya mempunyai peran penting dalam menjaga dan menciptakan stabilitas keindahan dalam keberagaman itu.  Sejarah Indonesia menunjukan, pertengkaran sesama anak bangsa terjadi bukan karena keberagaman agama dan suku, tetapi cendrung akibat egosentis kelompok kecil masyarakat, yang tekadang mencoba memprovokasi warga yang lain. Egosentris ini tentunya berakar pada sumber daya manusianya itu sendiri dalam memaknai dan mengambil manfaat dari keberagaman yang ada. Agamalah yang punya peran penting untuk merubah, menyatukan dalam kebaikan menuju keindahan dalam kesatuan. Karena itu, anak bangsa selalu di didik untuk cerdas dalam berfikir, luas dalam pola fikir agar  terjalin dalam satu ikatan Bangsa Indonesia, sebagai satu kesatuan bangsa yang utuh dan berdaulat tanpa perpecahan. Sebagai warga negara yang berahlak dan beradap,  diminta untuk menjaga keindahan dalam kemajemukan agama dan suku dari latar belakang sosial budaya, geografi dan sejarah yang berbeda, untuk kesatuan Bangsa Indonesia. Tentunya didasari oleh kesatuan pandangan, ideologi dan falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara. Pandangan, ideologi dan falsafah hidup bangsa indonesia secara holistik tercermin dalam sila-sila Pancasila yang menjadi dasar hidup berbangsa dan bernegara. Kesatuan pandangan, ideologi dan falsafah hidup bangsa Indonesia itu, secara eksplisit tercantum dalam lambang negara yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”. Maknanya dalah walaupun beraneka ragam suku bangsa, agama, bahasa,  namun tetap satu, yaitu Indonesia
Faktor penyebab keberagaman suku bangsa yang dimiliki Indonesia menjadi kekayaan bangsa. Ada beberapa faktor munculnya keberagaman, yakni: Letak geografis Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki ribuan pulau. Luas wilayah Indonesia yang besar berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang dimiliki. Kondisi itu menjadikan sumber keberagaman tercipta, seperti suku, budaya, ras, dan golongan. Dengan kondisi tersebut menimbulkan perbedaaan dalam masyarakat. Pastinya satu pulau dengan pulau yang lain memiliki perbedaan atau karakteristik masing – masing. Pengaruh keberagaman bisa muncul karena pengaruh kebudayaan asing yang memiliki ciri yang berbeda. Biasanya lewat komunikasi atau mereka datang ke Indonesia. Sehingga terjadi akulturasi atau pencampuran unsur kebudayaan asing dengan kebudayaan Indonesia. Kondisi iklim dan alam antar wilayah di Indonesia berbeda. Perbedaan musim hujan dan kemarau antar daerah, perbedaan kondisi alam seperti pantai, pegunungan mengakibatkan perbedaan pada masyarakat.
Kebudayaan umumnya merupakan kebanggaan setiap bangsa di dunia, dan merupakan cerminan kepribadian atau identitas suatu bangsa. Salah satu bentuk kebudayaan yang terkait dengan unsur rasa, salah satunya adalah kesenian. Kesenian merupakan bahasa komunikasi yang universal dan sangat ampuh dalam menyampaikan pesan dan aspirasi, karena hampir setiap lapisan masyarakat tanpa mengenal usia semua juga dapat menikmatinya. Kebudayaan sebagai keseluruhan hasil pelaksanaan budaya yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, cara-cara atau kebiasaan, kesenian dan yang lainnya. Ragam kebudayaan juga menyandang ragam kesenian daerah yang berbeda-beda. Kesenian-kesenian daerah ini banyak yang berhubungan dengan keindahan bahasa. Ini sering diungkapkan dalam pepatah yang berbunyi: “yang baik adalah budi yang indah adalah bahasa”. Bahasa merupakan alat yang sangat vital bagi manusia dalam berkomunikasi. Melalui komunikasi manusia dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan dapat pula meningkatkan kemampuan intelektualnya dan juga dalam berkesenian.

Kesimpulan
Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya. Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Sebagai pengetahuan, kebudayaan adalah suatu satuan ide yang ada dalam kepala manusia dan bukan suatu gejala (yang terdiri atas kelakuan dan hasil kelakuan manusia). Sebagai satuan ide, kebudayaan terdiri atas serangkaian nilai-nilai, norma-norma yang berisikan larangan-larangan untuk melakukan suatu tindakan dalam menghadapi suatu lingkungan sosial, kebudayaan, dan alam, serta berisi serangkaian konsep-konsep dan model-model pengetahuan mengenai berbagai tindakan dan tingkah laku yang seharusnya diwujudkan oleh pendukungnya dalam menghadapi suatu lingkungan sosial, kebudayaan, dan alam. Jadi nilai-nilai tersebut dalam penggunaannya adalah selektif sesuai dengan lingkungan yang dihadapi oleh pendukungnya. Dari berbagai sisi, kebudayaan dapat dipandang sebagai: (1) Pengetahuan yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat yang memiliki kebudayaan tersebut; (2) Kebudayaan adalah milik masyarakat manusia, bukan daerah atau tempat yang mempunyai kebudayaan tetapi manusialah yang mempunyai kebudayaan; (3) Sebagai pengetahuan yang diyakini kebenarannya. Kebudayaan adalah pedoman menyeluruh yang mendalam dan mendasar bagi kehidupan masyarakat yang bersangkutan; (4) Sebagai pedoman bagi kehidupan, kebudayaan dibedakan dari kelakuan dan hasil kelakuan; karena kelakuan itu terwujud dengan mengacu atau berpedoman pada kebudayaan yang dipunyai oleh pelaku yang bersangkutan. Sebagai pengetahuan, kebudayaan berisikan konsep-konsep, metode-metode, resep-resep, dan petunjuk-petunjuk untuk memilah (mengkategorisasi) konsep-konsep dan merangkai hasil pilahan untuk dapat digunakan sebagai pedoman dalam menginterpretasi dan memahami lingkungan yang dihadapi dan dalam mewujudkan tindakan-tindakan dalam menghadapi dan memanfaatkan lingkungan dan sumber-sumber dayanya dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan untuk kelangsungan hidup. Dengan demikian, pengertian kebudayaan sebagai pedoman bagi kehidupan adalah sebagai pedoman dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
Penutup
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, yang terdiri dari beraneka ragam suku, budaya, ras, agama, dan bahasa. Meskipun Indonesia beraneka, namun semboyan ini mempunyai makna yang tercermin pada masyarakat Indonesia yang diikat dalam prinsip persatuan dan kesatuan bangsa yang dikenal dengan ‘Bhinneka Tunggal Ika’. Kekuatan dan kerukunan beragama, berbangsa, dan bernegara yang harus disadari. Sesuai dengan arti dari Bhinneka Tungga Ika, Agama, ras, suku bangsa, bahasa, adat, dan budaya yang ada di Indonesia harus mempunyai sikap toleran dan saling mencintai. Itulah sejarah dan makna mengenai Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan Bangsa Indonesia. Sudah seharusnya rakyat Indonesia memiliki sikap toleran, agar terciptanya masyarakat yang tenteram dan damai.

 

Editor : Agung JS

Share this :

Baja Juga

News Feed

Kunjungi Sumsel, Ketua Komite I DPD RI Bantu Selesaikan Isu Konflik Pertanahan dan Gambut

Sel, 22 Sep 2020 07:21:24am

Kunjungi Sumsel, Ketua Komite I DPD RI Bantu Selesaikan Isu Konflik Pertanahan dan Gambut Selasa 22 September 2020 oleh tim berita...

PERBUMMA Adat Nusantara, Matangkan Konsep Salatiga Menyapa Dunia, Persiapan Festival Vanili Nusantara dan Kampung Empat Pilar di Salatiga

Sen, 21 Sep 2020 08:50:34pm

Senin 21 September 2020 Berita Istana  JAKARTA - Perkumpulan Badan Usaha Milik Masyarakat (PERBUMMA) Adat Nusantara semakin menunjukkan...

Bupati Sragen dan Dinas PUPR Tancap Gas Membangun Sukowati

Sen, 21 Sep 2020 07:26:41pm

Bupati Sragen dan Dinas PUPR Tancap Gas Membangun Sukowati Bupati Sragen Kusdinar...

Sejumlah Wartawan di Usir Oknum Guru SMK N 4 Pati Saat Klarifikasi

Sen, 21 Sep 2020 04:49:11pm

Sejumlah Wartawan di Usir Oknum Guru SMK N 4 Pati Saat Klarifikasi Senin 21 September 2020 Oleh Tim Berita Istana  PATI - Sikap yang di tunjukan...

Serka M. Nur Hakib Himbau Warganya Laksanakan Protokoler Kesehatan

Sen, 21 Sep 2020 01:56:41pm

Serka M. Nur Hakib Himbau Warganya Laksanakan Protokoler Kesehatan Surakarta_Menjalin Komunikasi Sosial (Komsos) dengan tokoh masyarakat dan sambang...

Babinsa Pakang Dukung dan Dampingi Pelaksanaan BIAS

Sen, 21 Sep 2020 10:34:56am

Babinsa Pakang Dukung dan Dampingi Pelaksanaan BIAS Boyolali. Babinsa Pakang Koramil 15/Andong Kodim 0724/Boyolali Sertu Sunarto melakukan...

Proyek DAK SMAN 1 Kwadungan Diduga Syarat Penyimpangan

Sen, 21 Sep 2020 07:17:49am

Proyek DAK SMAN 1 Kwadungan Diduga Syarat Penyimpangan dan Mark Up Anggaran Senin 21 September 2020 Oleh Tim Berita Istana Ngawi Berita Istana,...

Demi Tingkatkan Ketahanan Pangan Babinsa Kemlayan dan Ibu-ibu LPMK Budikdamber

Ming, 20 Sep 2020 01:52:38pm

  Demi Tingkatkan Ketahanan Pangan Babinsa Kemlayan dan Ibu-ibu LPMK Budikdamber Surakarta, Dengan semakin menyempitnya potensi lahan di...

DPD RI Ajak Rakyat Indonesia Tunda Pilkada 2020

Sab, 19 Sep 2020 10:26:20pm

JAKARTA - Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Mengajak seluruh rakyat Indonesia agar menunda pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang dikarena...

Tega,!! Pemdes Watugede Kemusu Boyolali Hentikan Bantuan BPNT Warga Miskin

Sab, 19 Sep 2020 10:11:44pm

Pemdes Watugede Kemusu Boyolali Hentikan Bantuan BPNT Warga Miskin Sabtu 19 September 2020 Oleh Berita Istana Berita Istana| Boyolali,-...

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

WhatsApp
Hello, we are here for any question, feel free to talk with us
×
Translate »