Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya
IMG-20200611-WA0253

 

SRAGEN, -Kasak kusuk adanya kehebohan berita yang viral baik di Media maupun di Medsos terkait dugaan penyalahgunaan wewenang soal dana PTSL di Desa Banaran Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen makin terkuak dan menuai titik terang.

Informasi yang dihimpun media ini dilapangan, SM selaku ketua panitia PTSL di Desa Banaran diduga telah menyalahgunakan wewenang jabatan selaku ketua panitia PTSL, dimana telah mengambil dana daripada semua pemohon di bank BKK Sambungmacan tanpa konfirmasi dan kesepakatan dari segenap para panitia.

Kepala Desa Banaran, Susilo WB saat ditemui media ini Sabtu, (13/6/2020) juga menyampaikan bahwa pihak Desa dan panitia kemarin sudah dikumpulkan setelah mencuat adanya berita tersebut. Pihak SM juga telah mengakui, dimana juga sepakat dan bersedia bakal mengembalikan semua uang yang telah diambilnya. Dalam hal ini juga dituangkan dalam surat penyataan yang dibuat secara kesepakatan bersama.

“Memang benar, ketua panitia SM bakal kembalikan uang tersebut tempo 1 minggu terhitung mulai kemarin Jumat, (12/6). Untuk nominal yang tertera sejumlah Rp.32 juta. Semua juga disaksikan semua panitia PTSL,” ungkapnya.

Meskipun demikian, perihal adanya kejadian tersebut sesuai harapan warga masyarakat Desa Banaran bahwa mereka atau para warga desa tetap berharap agar pelaksanaan PTSL tetap dijalankan di Desanya.

“Atas permintaan warga semua tetap masih dijalankan pihak panitia, hal itu tidak berpengaruh terhadap program PTSL. Saya harap semua bisa diselesaikan bersama dan kekeluargaan. Biarpun saya selaku Kades dan penanggung jawab, semua sudah saya percayakan terhadap segenap panitia,” tandasnya.

Bukti surat pernyataan Sri Mulyani selaku ketua panitia PTSL Desa Banaran mengembalikan uang yang telah diambilnya dari BKK Sambungmacan Sragen. Foto: (Awi)

Disisi lain, salah satu panitia PTSL Desa Banaran, sebut saja (Y) juga mengungkapkan dan berharap agar kasus ini tetap diusut tuntas sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Kendati dana telah dikembalikan akan berharap proses hukum masih berjalan dan hal itu telah dikuasakan pada pendamping hukum.

“Harapan kami kejadian ini tidak terulang lagi dan bisa menjadi percontohan desa yang lain, apalagi ini adalah uang pemohon PTSL yang harus kita jalankan dengan baik dan harus mengemban sesuai amanah. Biarlah proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” terangnya.

Pihaknya juga sangat menyayangkan atas kejadian dan tindakan yang dilakukan oleh SM tanpa konfirmasi semua panitia dulu.

“Pihak kami sangat kecewa, harusnya kalau mengambil konfirmasi bersama panitia, termasuk sekretaris dan bendahara. Pengambilan dengan cara seperti itu merupakan itikad yang kurang pas,” terangnya.

Masih menurut pihak panitia, setelah terbongkarnya kejadian tersebut, kemudian heboh di Media dan viral, semua panitia juga telah dikumpulkan bersama. Dalam surat pernyataan atau perjanjian SM sepakat mengembalikan uang dalam tempo satu minggu. Anehnya, sempat terekspos di sebuah media dan menyanggah, SM telah menyampaikan uang tersebut masih utuh dan tidak terpakai. Akan tetapi hal itu justru menjadi kecurigaan tersendiri bagi panitia kenapa jika berdalih uang utuh dalam surat pernyataan meminta tempo seminggu.

Terungkap lagi hal terbaru, yang lebih membuat resah beberapa panitia PTSL, dimana adanya pengakuan dari mereka atau panitia PTSL bahwa pernah didatangi oleh beberapa oknum yang mengaku dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), dimana kedatangan mereka diduga mengintimidasi dan meminta uang dengan nominal jutaan rupiah. Padahal, saat ini program PTSL masih terpending karena adanya dampak Covid-19, atas hal itu kedatangan beberapa oknum tersebut telah membuat mereka resah.

Terpisah, penerima kuasa panitia terkait kasus PTSL di Banaran, Warsito CS saat ditemui awak media juga mengatakan, meskipun SM sudah mengembalikan dana PTSL yang telah diambilnya dari BKK, hal itu tidak menggugurkan proses hukum.

“Memang benar kami telah diberi kuasa penuh oleh para panitia PTSL, terkait kasus ini sudah resmi kami laporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sragen, dengan nomor perkara 11/LP-Per-VII/2020 tentang Dugaan pencurian dan penggelapan uang,” tegasnya.

Warsito CS melaporkan kasus terkait PTSL Desa Banaran ke Kejaksaan Negeri Sragen. Foto : Awi

Masih menurut Warsito, pengembalian dana yang telah digelapkan Sri Mulyani tidak akan menghapuskan pidananya, dari perbuatan yang dilakukan pidananya pun telah jelas yaitu melakukan penipuan dan penggelapan pada dana pemohon PTSL di Desa Banaran.

“Dari kesepakatan para panitia, memang benar ada itikad baik dari SM untuk mengakui dan mengembalikan dana tersebut setelah adanya pertemuan bersama, hal ini bisa menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan hukuman dipengadilan nanti. Kami juga telah mengkonfirmasi salah satu pegawai bank BKK pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2020, pukul 14.30 WIB. Bahkan pihak Bank juga telah siap memberikan bukti pengambilan uang di BKK dan bersedia menjadi saksi di persidangan nanti. Akhir kata, kasus ini akan kami usut tuntas sampai dipengadilan, termasuk dana itu mengalir kemana saja, untuk apa saja dan apabila benar telah memberi beberapa oknum yang mengaku LSM juga nanti bakal kami beberkan.” Imbuhnya.

Hingga berita ini dirilis, pihak SM belum bisa dikonfirmasi oleh pihak media. Dihubungi melalui via Whatsapp pihaknya juga belum menjawab ataupun merespon.(*)

(fokuslintas dan Tim)

Penulis : Awi

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

PPWI Lhokseumawe Serahkan Bantuan Kursi Roda Senator Aceh

Sab, 11 Jul 2020 05:51:45pm

PPWI Lhokseumawe Serahkan Bantuan Kursi Roda Senator Aceh Lhokseumawe -- Pengurus persatuan pewarta warga Indonesia (PPWI) Lhokseumawe...

Bara JP DPD Jateng Dukung Penuh Erick Thohir “Bersihkan BUMN”

Sab, 11 Jul 2020 04:36:22pm

Berita Istana Jateng,  Ketua DPD Bara JP Jateng Indrayanto mendukung penuh  Erick Thohir " bersih - bersih " di BUMN .11 Juli 2020. Ditengah...

CALON WALIKOTA SOLO DARI PDIP AKAN DIUMUMKAN TANGGAL 11 JULI 2020

Sab, 11 Jul 2020 04:24:06pm

CALON WALIKOTA SOLO DARI PDIP AKAN DIUMUMKAN TANGGAL 11 JULI 2020 SOLO,  Menurut rencana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan segera...

DPP ASPEKINDO Prov Riau Gelar FGD Melalui Virtual Aplikasi Zoom Meeting

Sab, 11 Jul 2020 07:30:15am

DPP ASPEKINDO Prov Riau Gelar FGD Melalui Virtual Aplikasi Zoom Meeting Pekanbaru, BERITAistana.co - DPP ASPEKINDO Provinsi Riau mengelar acara...

Terkait Reklamasi Pantai Kupa Mallusetasi, Mantan Kapolres Barru Tidak Terlibat

Sab, 11 Jul 2020 05:52:17am

Terkait Reklamasi Pantai Kupa Mallusetasi, Mantan Kapolres Barru Tidak Terlibat Barru - Kisruh kasus dugaan reklamasi pantai Kupa Mallusetasi,...

Seniman Pati Menjerit Akibat Covid

Sab, 11 Jul 2020 05:34:21am

PATI – Perhimpunan Penggiat Kesenian Kabupaten Pati menggelar doa bersama di alun-alun Pati, Kamis (8/7/2020). Dengan mengetuk pintu hati...

Gelar Dapur Umum di Sukomulyo, Gibran Turut Jenguk Lansia yang Sakit Stroke Menahun, dan Langsung Susulkan Kursi Roda!

Jum, 10 Jul 2020 05:55:14pm

Gelar Dapur Umum di Sukomulyo, Gibran Turut Jenguk Lansia yang Sakit Stroke Menahun, dan Langsung Susulkan Kursi Roda! SOLO,  Gibran Rakabuming...

Dosen STP AVIASI Menebar Pesan Bahaya Narkoba, Di Tengah Pandemi Covid 19 Secara Virtual

Jum, 10 Jul 2020 05:46:59pm

Nasional, Edukasi masalah narkoba perlu ditanamkan sejak dini agar generasi bangsa ini memiliki pemahaman yang kuat terhadap persoalan narkoba...

“Lawan Kotak Kosong” Cun Tanggapi dengan Seyuman Statement Muchlis

Jum, 10 Jul 2020 12:54:34pm

Halut-Terkait dengan statement Muchlis TapiTapi, bakal calon bupati Halmahera Utara 2020, yang juga wakil bupati aktif saat ini terkait Petahana...

Antisipasi Penyebaran Covid Santri Turut Diperiksa

Jum, 10 Jul 2020 07:22:45am

  Boyolali, Upaya pencegahan penyebaran virus corona di seluruh wilayah masih terus di gencarkan seperti, sosialisasi cegah corona,...

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

WhatsApp
Hello, we are here for any question, feel free to talk with us
×
Translate »