Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Penanaman Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid-19

Jum, 21 Agu 2020 03:14:31pm Berita Istana
IMG-20200821-WA0310

Penanaman Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Muzayyanah Yuliasih,M.M.,M.PdEmail: muzayyanah@stp-aviasi.ac.id

Abstrak,-WHO telah menyatakan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi. Penyebaran COVID-19 di Indonesia saat ini sudah semakin meluas lintas wilayah dan lintas negara yang diiringi dengan pertambahan jumlah kasus dan jumlah kematian. Situasi ini berdampak semakin luas pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat di Indonesia, sehingga diperlukan strategi dan upaya yang komprehensif dalam percepatan penanganan COVID-19. Mencermati penyebaran dan penularan COVID-19 di Indonesia yang semakin memprihatinkan, pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 telah menetapkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia yang mewajibkan dilakukan upaya penanggulangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, Presiden juga telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-alam, bahwa Penyebaran COVID-19 adalah Bencana Nasional. Penanggulangan pandemi COVID-19 ini membutuhkan peran serta dari semua pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah, maupun pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang bersifat komprehensif dalam upaya preventif melalui physical distancing, social distancing, pengadaan alat pelindung diri (APD), sampai pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona COVID-19, Pemerintah Republik Indonesia telah menyusun protokol yang akan dijalankan sejumlah kementerian sesuai bidangnya masing-masing, salah satunya adalah protokol kesehatan, lima protokol penanganan Covid-19 disusun Kantor Staf Presiden (KSP) bersama sejumlah kementerian, utamanya Kementerian Kesehatan, Protokol itu menjadi pedoman yang memudahkan implementasi oleh siapapun. Kelima protokol itu adalah Protokol Kesehatan, Protokol Komunikasi, Protokol Pengawasan Perbatasan, Protokol Area Pendidikan, dan Protokol Area Publik dan Transportasi.Protokol tersebut akan dilaksanakan oleh pemerintah di seluruh Indonesia. Panduan pelaksanaan akan dilakukan secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan. Di antara kelima protokol tersebut, dapat dijelaskan di antaranya dari aspek kesehatan, di mana protokol itu menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan mematok suhu 38 C sebagai titik demam menghadapi kondisi itu, maka pemerintah merujuk mereka yang demam ke rumah sakit terdekat, protokol selanjutnya terkait area pendidikan kampus-kampus diharuskan menyediakan sarana cuci tangan. Pemerintah juga menginstruksikan seluruh warga kampus untuk selalu hidup bersih dan menjaga kesehatan tubuh. Setiap kampus harus membersihkan ruangan satu kali sehari minimal menggunakan zat disinfektan. Pihak kampus juga harus memonitor absensi ketidakhadiran seluruh warga kampus. salah satu alasan mereka tidak hadir adalah sakit.kepada mereka yang sakit hendaknya diarahkan untuk melakukan check. Mahasiswa telah dewasa dan memahami protokol kesehatan, namun kajian dalam penerapannya harus tetap dilakukan untuk mencegah penyebaran, protokol ini meliputi kewajiban bagi setiap orang yang berkegiatan di kampus untuk mengenakan masker, menghindari kerumunan, cuci tangan, dan perumusan tata cara perkuliahan bagi mahasiswa. Tata cara perkuliahan bagi mahasiswa di kelas harus dirumuskan dengan cermat agar tidak menimbulkan kerumunan dan tetap menjaga jarak, mungkin bisa dibatasi dengan kuota bila dilakukan pembelajaran di kelas, prinsip yang utama adalah harus bisa menyesuaikan pola hidup secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal atau kita harus beradaptasi dengan beraktifitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, menghindari kerumunan, bekerja, dan sekolah dari rumah.
Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Pandemi Covid-19; Protokol Kesehatan
Pendahuluan
Darurat wabah virus Corona sedang dihadapi dunia. WHO (World Health Organization) pun telah mengubah statusnya dari Public Health of International Concern menjadi Pandemi. Dengan penetapan itu, Indonesia pun responsif dengan upaya pencegahan dan penanggulangan. Beberapa kampus telah mengambil kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (e-learning). Demi mencegah meluasnya penyebaran virus corona, inisiatif tanggap darurat dan usaha preventif pun dilaksanakan oleh baik oleh pemerintah, kampus dan komunitas ataupun organisasi kemasyarakatan. Bencana tidak mungkin bisa ditolak, tetapi segenap kemampuan untuk pencegahan dan perlindungan menjadi hal yang sangat mungkin dilakukan. Dengan rencana mitigasi, korban bencana yang lebih besar bisa dihindari. Selain itu, melakukan implementasi protokol kesehatan dan edukasi untuk semua masyarakat menjadi amat penting sebagai generasi bangsa dengan pemberian pendidikan karakter Menghadapi Pandemi Covid-19.
Pendidikan karakter merupakan bagian penting bagi kehidupan manusia. Sebagai sebuah proses, ada dua asumsi yang berbeda mengenai pendidikan karakter. Pertama, ia bisa dianggap sebagai sebuah proses yang terjadi secara tidak disengaja atau berjalan secara alamiah. Misalnya, pada dasarnya manusia belajar dari peristiwa alam yang ada untuk mengembangkan kehidupannya. Kedua, pendidikan karakter bisa dianggap sebagai proses yang terjadi secara sengaja, direncanakan, didesain dan diorganisasi berdasarkan perundang-undangan yang dibuat. Misalnya, UU Sisdiknas yang merupakan dasar penyelenggaraan pendidikan. Pengembangan pendidikan karakter harus memiliki peruntukan yang jelas dalam usaha membangun moral dan karakter anak bangsa melalui kegiatan pendidikan. Ruang lingkup pendidikan karakter berupa nilai-nilai dasar etika dan bentuk-bentuk karakter yang positif, selanjutnya menuntut kejelasan identifikasi karakter sebagai perwujudan perilaku bermoral. Pendidikan karakter tanpa identifikasi karakter hanya akan menjadi sebuah perjalanan tanpa akhir, petualangan tanpa peta. Kemudian, ruang lingkup atau sasaran dari pendidikan karakter ialah satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Peran ketiga aspek tersebut sangat penting guna membentuk dan menanamkan pendidikan karakter pada peserta didik. Hal tersebut sangat ditentukan oleh semangat, motivasi, nilai-nilai, dan tujuan dari pendidikan. Pendidikan dan pembinaan karakter bangsa memiliki andil yang besar untuk memajukan peradaban bangsa agar menjadi bangsa yang semakin terdepan dengan Sumber Daya Manusia yang berilmu, berwawasan dan berkarakter. Pembentukan, pendidikan dan pembinaan karakter bangsa sangat luas karena terkait dengan pengembangan multi aspek  potensi–potensi keunggulan bangsa dan bersifat meningkatkan kearifan lokal.

Pembahasan.
Indonesia terus berusaha melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19 hingga saat ini, demikian juga negara-negara lain di dunia. Jumlah kasus COVID-19 di Indonesis terus bertambah. Meskipun sebagian dapat sembuh, tapi tidak sedikit yang meninggal. Infeksi COVID-19 pada manusia dianggap sebagai hal yang baru karena biasanya Corona Virus Disease sebelumnya hanya dikenal pada hewan. Perilaku/karakteristik baru pada COVID-19 ini adalah kemampuannya menginfeksi dan menular dari manusia ke manusia dengan cepat, dapat mengakibatkan penderita radang paru pneumonia, sesak nafas, dan kematian. Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang bersifat komprehensif dalam upaya preventif melalui physical distancing, social distancing, pengadaan alat pelindung diri (APD), sampai pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun demikian, adanya kegiatan budaya lokal seperti mudik, upacara adat serta rendahnya kedisiplinan menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Sementara pembatasan dunia kerja tidak mungkin dilakukan terus menerus; roda perekonomian harus tetap berjalan. Dalam keadaan sekarang ini, Pemerintah Indonesia telah merencanakan pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19 tersebut sebagaimana yang diberitakan beberapa media. Oleh karena itu, pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersakala Besar dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, diperlukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin agar masyarakat pekerja dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi COVID-19 (New Normal). Berkaitan dengan hal ini, dengan menerapkan panduan dari Pemerintah diharapkan dapat meminimalisir resiko dan dampak pandemi COVID-19 pada tempat kerja, terlebih-lebih perkantoran dan industri, yang mana di kedua tempat ini terdapat potensi penularan COVID19 akibat berkumpulnya banyak orang. Wilayah Indonesia dilihat dari kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis termasuk daerah rentan bencana. Bencana menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.
Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Pengertian pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik, di mana di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Jadi, pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri ke arah hidup yang lebih baik. Secara umum fungsi pendidikan ini adalah sebagai pembentuk karakter peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik. Adapun beberapa fungsi pendidikan karakter adalah sebagai berikut; Untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik, Untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur, Untuk membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional. Character education seharusnya dilakukan sejak dini, yaitu sejak masa kanak-kanak. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan, serta memanfaatkan berbagai media belajar.
Solusi.
Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.

Kesimpulan
Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama. “Dari mana asalmu tidak penting, ukuran tubuhmu juga tidak penting, ukuran Otakmu cukup penting, ukuran hatimu itulah yang sangat penting” karena otak (pikiran) dan kalbu hati yang paling kuat menggerak seseorang itu ”bertutur kata dan bertindak”. Simak, telaah, dan renungkan dalam hati apakah telah memadai ”wahana” pembelajaran memberikan peluang bagi peserta didik untuk multi kecerdasan yang mampu mengembangkan sikap-sikap: kejujuran, integritas, komitmen, kedisipilinan, visioner dan kemandirian. Sejarah memberikan pelajaran yang amat berharga, betapa perbedaan, pertentangan, dan pertukaran pikiran itulah sesungguhnya yang mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan. Melalui perdebatan tersebut kita banyak belajar, bagaimana toleransi dan keterbukaan para Pendiri Republik ini dalam menerima pendapat, dan berbagai kritik saat itu. Melalui pertukaran pikiran itu kita juga bisa mencermati, betapa kuat keinginan para Pemimpin Bangsa itu untuk bersatu di dalam satu identitas kebangsaan, sehingga perbedaan-perbedaan tidak menjadi persoalan bagi mereka.
Karena itu pendidikan karakter harus digali dari landasan idiil Pancasila, dan landasan konstitusional UUD 1945. Sejarah Indonesia memperlihatkan bahwa pada tahun 1928, ikrar “Sumpah Pemuda” menegaskan tekad untuk membangun nasional Indonesia. Mereka bersumpah untuk berbangsa, bertanah air, dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Ketika merdeka dipilihnya bentuk negara kesatuan. Kedua peristiwa sejarah ini menunjukan suatu kebutuhan yang secara sosio-politis merefleksi keberadaan watak pluralisme tersebut. Kenyataan sejarah dan sosial budaya tersebut lebih diperkuat lagi melalui arti simbol “Bhineka Tunggal Ika” pada lambang negara Indonesia. Dari mana memulai dibelajarkannya nilai-nilai karakter bangsa, dari pendidikan informal, dan secara pararel berlanjut pada pendidikan formal dan nonformal. Tantangan saat ini dan ke depan bagaimana kita mampu menempatkan pendidikan karakter sebagai sesuatu kekuatan bangsa. Oleh karena itu kebijakan dan implementasi pendidikan yang berbasis karakter menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa ini. Hal ini tentunya juga menuntut adanya dukungan yang kondusif dari pranata politik, sosial,  dan, budaya bangsa “Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa” adalah kearifan dari keaneragaman nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat. Kearifan itu segera muncul, jika seseorang membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat realitas plural yang terjadi. Oleh karena itu pendidikan harus diletakan pada posisi yang tepat, apalagi ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras, suku dan keagamaan. Pendidikan karakter bukanlah sekedar wacana tetapi realitas implementasinya, bukan hanya sekedar kata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol atau slogan, tetapi keberpihak yang cerdas untuk membangun keberadaban bangsa Indonesia. Pembiasaan berperilaku santun dan damai adalah refreksi dari tekad kita sekali merdeka, tetap merdeka.

PENUTUP
Bangsa Indonesia telah berusaha untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter melalui sekolah-sekolah, terutama Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena anak usia SMP sangat cocok untuk diberi pembelajaran tentang pendidikan karakter. Guru adalah orang tua para siswa. Karenanya, Rosulullah melarang para orangtua (guru) mendoakan keburukan bagi anak-didiknya. Mendoakan keburukan kepada anak merupakan hal yang berbahaya. Dapat mengakibatkan kehancuran anak dan masa depannya. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang. Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan. Dan bila pendidikan karakter ini mengalami kegagalan sudah pasti dampaknya akan sangat besar bagi bangsa ini, negara kita akan semakin ketinggalan dari negara-negara lain. Pendidikan karakter bukanlah pendidikan yang berbasis hafalan. Pendidikan karakter merupakan pendidikan perilaku yang terbentuk dari kebiasaan dan keteladanan para pendidik, orang tua, para pemimpin, dan masyarakat yang merupakan lingkungan luas bagi pengembangan karakter anak. Sekolah adalah lembaga yang memikul beban untuk melaksanakan pendidikan karakter. Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 pasal 1 dinyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, dan akhlak mulia. Pendidikan karakter merupakan pendidikan akhlak mulia bagi anak dengan melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Kecerdasan emosi akan mempersiapkan anak untuk menghadapi segala macam tantangan kehidupan dan kecerdasan spiritual akan membetuk anak yang taat beribadah dan berbakti kepada orang tua, bertanggung jawab, dan ikhlas. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter di mulai dari dalam keluarga yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak, lalu dikembangkan di sekolah, dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Editor : Agung

Share this :

Baja Juga

News Feed

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Sab, 23 Jan 2021 05:01:11am

Jakarta – Kelompok warga masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melayangkan laporan pengaduan masyarakat ke...

Gubernur Akmil Beri Penghargaan Bagi Taruna yang Berprestasi

Jum, 22 Jan 2021 06:35:33pm

Magelang --Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han). memberikan Penghargaan (Reaward) Kepada Taruna yang...

Kuat Dugaan Pembangunan Tower Desa Ampelgading Mengabaikan Hak Masyarakat Mohon Dihentikan

Jum, 22 Jan 2021 11:07:37am

MALANG--Kuat Dugaan Pembangunan Tower Desa Ampelgading Mengabaikan Hak Masyarakat dan Adanya Gratifikasi yang Merucut ke Pidana, Mohon...

Kebobrokan Oknum Penyidik Bareskrim Hasilkan Dakwaan Ngibul di Kejari Serang

Kam, 21 Jan 2021 06:03:32am

Jakarta – Baru-baru ini santer dimediakan tentang indikasi kebobrokan penyidik Bareskrim Polri atas nama AKBP Dr. Binsan Simorangkir, SH, MH, yang...

Presiden Jokowi: Keselamatan Adalah yang Utama di Bidang Transportasi

Rab, 20 Jan 2021 04:57:40pm

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa di bidang transportasi, keselamatan adalah hal yang utama. Untuk itu, Presiden meminta agar Komite...

Vedio Penampakan Uang 2 Milyar Rupiah Hasil Korupsi Rumah Sakit Di Sragen Jawa Tengah

Rab, 20 Jan 2021 03:25:57pm

SRAGEN--Vedio Penampakan Uang 2 Milyar Rupiah Hasil Korupsi Rumah Sakit Di Sragen Jawa Tengah. Vidio yang viral di akun youtube Indonesia Ekspos 279...

Komjen Pol Listyo Sigit Perkenalkan Konsep Presisi, Saat Test Uji Kelayakan Calon Kapolri

Rab, 20 Jan 2021 02:58:46pm

JAKARTA -- Komjen Pol Listyo Sigit Perkenalkan Konsep Presisi, Saat Test Uji Kelayakan Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Perkenalkan Konsep...

Kalapas Tangerang Launching Ruang Pusat Layanan Kunjungan dan Informasi

Sel, 19 Jan 2021 01:42:57pm

TANGGERANG, -  Grand launching ruang pusat layanan kunjungan dan informasi di Lapas Kelas IIA Tangerang yang bekerjasama dengan Bank Rakyat...

FPI Baru Instruksikan Relawan Bantu Korban Banjir Kalsel dan Gempa Majene

Sel, 19 Jan 2021 12:51:52pm

JAKARTA, -| Sejumlah relawan membantu pengendara sepeda motor agar tidak terbawa arus saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan...

MPC Pemuda Pancasila Tangerang Selatan Adakan Family Gathering di Puncak Jawa Barat

Sen, 18 Jan 2021 03:02:34pm

Tangsel - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Tangerang Selatan mengadakan Family Gathering di Vila Bukit Danau Hijau, Cipanas, Jawa...

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

WhatsApp
Hello, we are here for any question, feel free to talk with us
×
Translate »
error: Content is protected !!
Lewat ke baris perkakas