Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Rangga, Simbol Perlawanan Terhadap Kekerasan Perempuan dan Anak

Rab, 14 Okt 2020 08:01:55am Berita Istana
IMG-20201014-WA0155
Sound Syestem ARW group Dukuh Rejosari RT 03 Desa Gilirejo Baru Miri Sragen Hp. 0852 5751 5757

 

ACEH TIMUR – Kasus pembunuhan yang menimpa Rangga, bocah laki-laki berusia 9 tahun di Aceh, menyita perhatian yang sangat luas dari publik.

Rangga dibunuh saat hendak berupaya menyelamatkan ibunya, D (28) dari keganasan S (46), pelaku pemerkosa sekaligus pria yang menghabisi nyawanya.

Perbuatan bejat yang dilakukan oleh S pun menuai kemarahan masyarakat. Seperti yang terlihat dari komentar yang dilontarkan oleh netizen di laman media sosial. Mereka ramai-ramai meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Terlebih, pelaku juga merupakan residivis kasus yang sama dan kali ini kembali melakukan dua tindakan kriminal sekaligus yakni pembunuhan dan pemerkosaan.

“Pelaku residivis kasus pembunuhan menjalani 15 sampai 18 tahun kurungan penjara di Lapas Tanjung Gusta, Sumatera Utara dan baru dibebaskan lebih kurang 4 bulan lalu karena mendapatkan asimilasi Covid-19,” kata Kapolres Langsa AKBP Giyarto, SH, SIK melalui Kapolsek Birem Bayeun Iptu Eko Hadianto, SE, MH kepada Klikkabar.com, Senin (12/10).

Kronologis

Peristiwa memilukan itu terjadi di salah satu desa yang ada di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu (10/10/2020) tengah malam saat suami korban sedang tidak berada di rumah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, suami korban tidak berada di rumah karena pergi mencari ikan di sungai dan baru kembali pada pagi harinya.

Ketiadaan suami korban di rumah membuat pelaku dengan leluasa masuk ke dalam rumah saat korban dan anak lelakinya itu sedang tertidur pulas.

Diduga, pelaku telah mengetahui persis keadaan di rumah korban karena setiap hari pelaku melewati kawasan tersebut ketika pergi ke ladang.

Tidak hanya itu, lokasi rumah korban juga berjauhan dengan pemukiman rumah penduduk, sehingga saat korban berteriak minta tolong, tidak ada warga yang mendengarnya.

Lantas saat ibunya beteriak minta tolong, Rangga terbangun dan seketika hendak menolong. Namun, alih-alih menolong, dia malah diserang secara membabi buta oleh pelaku.

Korban kemudian dimasukkan ke dalam goni oleh pelaku dan bersama ibunya diseret serta dibawa keluar menuju ke arah sungai.

Setibanya disana, pelaku yang diketahui masih lajang itu melampiaskan nafsu bejatnya kepada ibu muda tersebut. Setelah itu, pelaku melarikan diri.

Korban kemudian dengan tertatih bangkit dan pergi mencari bantuan serta memberitahukan peristiwa yang menimpanya itu kepada warga sekitar. Informasi selanjutnya diteruskan ke Polsek Birem Bayeun dan Polres Langsa.

Penangkapan dan Penemuan Jenazah

Korban selanjutnya dibawa ke pusat kesehatan pelayanan masyarakat terdekat, untuk mendapatkan pertolongan medis. Pencarian pun segera dilakukan. Masyarakat tanpa dikomandoi pun turut serta bahu membahu membantu proses pencarian.

Polisi dibantu TNI, tim SAR dan masyarakat selanjutnya berusaha untuk mencari keberadaan jenazah Rangga yang diduga dibuang serta menangkap pelaku.

Proses pencarian berhasil dan pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu (11/10) pagi sedangkan jenazah Rangga ditemukan pada sore harinya di pinggir sungai, tak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah dibawa pulang dari rumah sakit, korban kemudian dibawa pulang untuk dikebumikan hari itu juga, disaksikan oleh pihak keluarga dan para pelayat lainnya.

Hasil visum oleh tim medis di RSUD Langsa menyebutkan, penyebab kematian korban akibat putusnya nadi besar di sebelah kiri.

Rangga mengalami luka bacokan dan tusukan yang cukup banyak mulai dari pundak kiri, leher kiri, rahang kiri, tangan kanan, jari dan lengan kanan bawah.

Tidak hanya itu, Rangga juga mengalami luka tusuk di leher depan, bahu kiri serta luka sayatan di leher kiri dan luka kanan di bagian dada bawah.

Bacokan dan tusukan berkali-kali yang dialami oleh Rangga setidaknya telah membuka mata hati kita bahwa sejatinya kehormatan keluarga merupakan sesuatu yang sangat berharga sehingga pantas untuk diperjuangkan.

Meski tantangan dan resiko yang harus dihadapi terkadang sangat berat, seperti nyawa yang dipertaruhkan Rangga untuk membela sang ibunda dari pria yang hendak menodai wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya itu.

Tidak hanya itu, Rangga seolah telah menjadi simbol perlawanan terhadap kasus kekerasan yang selama ini sering dialami oleh perempuan dan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian serta penanganan serius pemerintah.

Selamat jalan pahlawan keluarga. Surga menyambutmu Nak!
Tulisan Rakan Zamzami Ali.(PPWI) 

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Jokowi – Maruf Amin, Wajah Baru Indonesia, Wajah Rakyat Bahagia

Ming, 18 Okt 2020 01:59:45am

JAKARTA ,- Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, menyampaikan keterangan pers dalam Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Jokowi – Maruf Amin. Sabtu...

TAMPILNYA GIBRAN Demi Memakmurkan Rakyat Bukan Untuk Diri Sendiri

Sab, 17 Okt 2020 09:07:32pm

SOLO,-Tercatat dalam sejarah bahwa Nusantara sejak zaman kerajaan Sriwijaya sudah disegani banyak kerajaan di dunia karena kemampuannya mengelola...

Peringati Wisuda Putra Sulung Husin Muchtar Pimpinan PT. MWM Adakan Syukuran

Sab, 17 Okt 2020 08:56:10pm

  Lampung Tengah - Husin Muchtar Pimpinan PT. Media Winata Mandiri (MWM) mengadakan syukuran kepada warga disekitar perumahannya bertempatan...

Rumah Frans Sae di Besipae Terbakar, Istri dan Anak Tinggal Pakayan Dibadan

Sab, 17 Okt 2020 08:47:53pm

  Kupang (NTT) - Sudah jatuh tertimpa tangga lagi, nasib 37 kepala keluarga warga Besipae yang rumahnya dibongkar oleh Pemda Propinsi NTT pada...

Petani Pertama di Palas, Budidayakan Jamur Tiram Kini Mulai Menuai Hasil

Sab, 17 Okt 2020 01:42:32pm

Sabtu, 17 Okt 2020 | Penulis : Bonardon Padang Lawas,-Petani yang pertama membudidayakan Jamur Tiram asal Desa Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang...

GM FKPPI Jambi Hadiri Silaturahmi Ormas dan OKP Bersama Polda dengan Tema Jambi Cinta Damai

Sab, 17 Okt 2020 05:14:57am

Sumber Berita Istana |Penulis Megy |Editor :Umy Sabtu 17/10/2020 Sound Syestem...

Jelang Pilkada Sragen, Bijaklah Bersosial Media

Sab, 17 Okt 2020 05:07:39am

Sumber Berita Istana : Penulis : Adiat Santoso / Editor : Umy Sabtu 17 /10/20 ...

Surat Edaran Stikering Plt Gubernur Aceh Dicabut Ada Apa

Jum, 16 Okt 2020 04:59:57pm

  Banda Aceh -- Masih belum hilang diingatan masyarakat Aceh program stickering BBM subsidi dengan menempelkan stiker yang bertuliskan...

Kunjungan Audensi DPD KNPI Diterima Kapolres Padang Lawas

Jum, 16 Okt 2020 04:52:43pm

  Jum'at, 16 Okt 2020 | Penulis : Bonardon Padang Lawas, Kapolres AKBP Jarot YA.SIK di dampingi Wakapolres Kompol JW. Sijabat terima kunjungan...

Kiat Pembentukan Dan Penyuluhan Koperasi Serta UMKM Di Gelar Oleh PDIP Aceh

Jum, 16 Okt 2020 09:04:59am

  Banda Aceh -- PDI Perjuangan Aceh Menggelar Pembentukan Dan Penyuluhan Koperasi Dan UMKM yang di dampingi oleh Dinas Koperasi dan UKM Aceh...

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

WhatsApp
Hello, we are here for any question, feel free to talk with us
×
Translate »
error: Content is protected !!
Lewat ke baris perkakas