Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Warga Dukuh Rejosari Gilirejo Baru Melakukan Tradisi Nyadran

Sab, 10 Apr 2021 01:30:54am Berita Istana
IMG_20210403_070240_739
AUDIO SOUND SYESTEM ARW GROUP

 

SRAGEN,-Setiap menjelang Ramadan, tepatnya pada bulan Sya’ban, masyarakat Jawa khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta, selalu melakukan tradisi Nyadran. Budaya yang telah dijaga selama ratusan tahun ini, dilakukan dengan bersih-bersih makam para orang tua atau leluhur, membuat dan membagikan makanan tradisional, serta berdoa atau selamatan bersama di sekitar area makam.

Seperti yang di lakukan warga Rejosari RT 03 Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, Setiap tahun melakukan nyatdran di rumah ketua RT Sumadi S.Pd (52).

Sementara itu Ketua RT 03 Sumadi S.pd Menjelaskan kepada beritaistana.id tentang nyadtran. Salah satu yang khas dan pasti ada di setiap Nyadran, adalah acara makan bersama atau kenduri. Prosesi ini menjadi salah satu yang ditunggu oleh warga. Setiap keluarga membawa masakan hasil bumi. Masyarakat membaur menikmati makanan, yang dihidangkan di atas daun pisang.

Masyarakat yang melakukan tradisi Nyadran percaya, membersihkan makam adalah simbol dari pembersihan diri menjelang Bulan Suci. Bukan hanya hubungan manusia dengan Sang Pencipta, Nyadran dilakukan sebagai bentuk bakti kepada para pendahulu dan leluhur. Kerukunan serta hangatnya persaudaraan sangat terasa setiap kali tradisi Nyadran berlangsung.

Nyadran yang telah dijaga selama ratusan tahun, mengajarkan untuk mengenang dan mengenal para leluhur, silsilah keluarga, serta memetik ajaran baik dari para pendahulu. Seperti pepatah Jawa kuno yang mengatakan “Mikul dhuwur mendem jero” yang kurang lebih memiliki makna “ajaran-ajaran yang baik kita junjung tinggi, yang dianggap kurang baik kita tanam-dalam”. Sabtu 10 /4/21).

Hal senada juga dijelaskan tokoh masyarakat Juyanto S.Pd (54) Dalam kalender Jawa, Bulan Ramadan disebut dengan Bulan Ruwah, sehingga Nyadran juga dikenal sebagai acara Ruwah. Dirangkum dari berbagai sumber, tradisi ini adalah hasil akulturasi budaya Jawa dengan Islam. Kata Nyadran berasal dari kata ‘Sraddha’ yang bermakna keyakinan.

Nyadran menjadi bagian penting bagi masyarakat Jawa. Sebab, para pewaris tradisi ini menjadikan Nyadran sebagai momentum untuk menghormati para leluhur dan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta. Biasanya, Nyadran diadakan satu bulan sebelum dimulainya puasa, atau pada 15, 20, dan 23 Ruwah.

Masing-masing daerah di tanah Jawa punya ciri khas masing-masing dalam tradisi ini. Masyarakat di beberapa daerah membersihkan makam sambil membawa bungkusan berisi makanan hasil bumi yang disebut sadranan. Secara tradisi, sadranan akan ditinggalkan di area pemakaman. Tak jarang, masyarakat juga meninggalkan uang untuk biaya pengelolaan makam.

Namun, tidak semua masyarakat di daerah Jawa Tengah selalu membawa sadranan. Di dukuh Rejosari misalnya, masyarakat tidak membawa sadranan ketika membersihkan makam. Satu hari setelah membersihkan makam, masyarakat mengadakan doa bersama di rumah pak RT untuk mendoakan para leluhur yang telah berjuang di masa lalu.,(Jelasnya saat berbincang dengan awak media beritaistana.id).( ARW)

Share this :

Baja Juga

News Feed

Hari Ke 6 Ops Ketupat Candi, Polres Klaten dan Tim Gabungan Telah Periksa 2035 Kendaraan, 264 Diputar Balik

Sel, 11 Mei 2021 07:27:52pm

KLATEN,-Hari Ke 6 Ops Ketupat Candi, Polres Klaten dan Tim Gabungan Telah Periksa 2035 Kendaraan, 264 Diputar Balik Hari keenam pelaksanaan Ops...

Kabidhumas Polda Jateng : Mari Kita Ikuti Anjuran Pemerintah untuk Tidak Mudik Lebaran Tahun Ini

Sel, 11 Mei 2021 07:23:03pm

SEMARANG - Jelang H-2 Polda Jateng Terus melakukan pengecekkan terhadap pemudik yang masuk ke Jawa Tengah, di 14 Pos Pam terpadu. Pengecekan Pos Pam...

Melalui Video Conference, Kadiv Humas Apresiasi Prestasi Jajaran yang Capai Seratus Persen dalam Program Prioritas Kapolri

Sel, 11 Mei 2021 05:58:45pm

  Semarang - Karo PID Bidhumas Polri, Brigjen M. Hendra Suhartiyono dan Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna, mengikuti...

Berikan Apresiasi Aplikasi E-PPNS, Ini yang Diungkapkan Dr. Andi Renald

Sel, 11 Mei 2021 05:53:21pm

  JAKARTA – Program E-PPNS yang dilaunching program Kapolri Jendral Pol Listiyo Sigit Prabowo, hal ini mendapatkan Apersiasi dari Dr Andi...

Bupati Semarang Gencar Cegah Penyebaran Covid 19 dan Pantau Bantuan Sosil

Sel, 11 Mei 2021 05:47:00pm

Semarang - 10 Mei 2021. Berbagai Upaya pemerintah daerah kabupaten kota Semarang dalam menekan penyebaran Covid 19 patut di apresiasi dan perlu...

Sekenario Perampokan Jiwasraya Berkedok Penyelamatan Polis Nasabah (Bagian 1)

Sel, 11 Mei 2021 03:12:47pm

Sekenario Perampokan Jiwasraya Berkedok Penyelamatan Polis Nasabah (Bagian 1) Oleh: Latin, SE Jakarta – Kebijakan Penyehatan dan Penyelamatan...

Asyiiik Menjelang Lebaran Bupati Nganjuk Serta 10 Camat di Tangkap KPK

Sel, 11 Mei 2021 10:31:24am

  BeritaIstana.id | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menangkap 10 orang terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Nganjuk...

Permudah Akses Informasi Ekspor Pertanian, Barantan Luncurkan IMACE Versi Android

Sel, 11 Mei 2021 08:18:16am

  JAKARTA- Sebelumnya kita rilis versi website dan digunakan oleh pemda untuk pengembangan komoditas ekspor yang berbasis kawasan, nah kini...

Warning..!Kajari Pati Plin Plan :Kami Akan Proses Hukum Jika di Temukan Penyelewengan Anggaran Negara Oleh Kades

Sel, 11 Mei 2021 06:17:37am

Warning..!Kajari Pati Plin Plan :Kami Akan Proses Hukum Jika di Temukan Penyelewengan Anggaran Negara Oleh Kades Pati - Sikap dan pernyataan...

Dubes Maroko Terima Kunjungan Silahturahmi PPWI

Sel, 11 Mei 2021 04:28:07am

  Jakarta –Beritaistana.id Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Yang Mulia Mr. Ouadia Benabdellah, berkenan menerima kunjungan...

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

WhatsApp
Hello, we are here for any question, feel free to talk with us
×
Translate »
error: Content is protected !!
Lewat ke baris perkakas